350 Gugur, Sejumlah Keluarga Habis, 1650 Luka-luka di Gaza
December 30, 2008 — Abdullah Hadrami (Views: 12)
Jumlah korban dalam serangan udara Israel dan laut Israel di Jalur Gaza, dimana masjid dan permukiman penduduk menjadi sasaran mencapai 350 orang. Sementara korban luka-luka hingga kini mencapai 1650 orang, 300 di antaranya luka-luka berat.
Kemarin malam Ahad, pesawat tempur Israel dan kapal tempurnya menggempur wilayah barat kota Gaza sehingga korban meninggal. Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa pesawat Israel jenis F-16 buatan Amerika, heli tempur dan kapal temur Israel menyerang wilayah tersebut.
Dr. Basem Naeem, Menkes Palestina menyebutkan bahwa korban akibat seragan Israel sejak Sabtu kemarin luasa (27/12) diperkirakan akan meningkat tajam. Apalagi lebih dari 180 luka-luka dalam kondisi parah dan masih ada puluhan syuhada yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan yang diserang Israel.
Dalam konferensi persnya Ahad sore kemarin (28/12) ia menegaskan bahwa udara Gaza diselimuti oleh kabut hitam dan pesawat Israel. Sementara bumi Gaza penuh dengan syuhada, korban luka-luka dan kehancuran di sana-sini.
Ia juga menegaskan bahwa telah terjadi penurunan persediaan obat-obatan dan layanan kesehatan yang bekerja di bagian unit gawat darurat. Bahkan ada 105 jenis obat, 225 jenis peralatan kesehatan dan 93 bahan khusus untuk lab semuanya persediannya nol.
Basem menegaskan bahwa 50 persen mobil ambulan tidak bisa dioperasikan karena spearpartnya tidak tersedia karena blokade dan kekurangan bahan bakar. Semuanya terjadi di tengah dunia yang bungkam.
Ia menegaskan, pasukan Israel menyerang lembaga-lembaga dan pusat layanan umum. Bahkan sejak awal yang diserangan adalah lembaga sosial dan rumah-rumah penduduk.
Basem meminta kepada tim kesehatan Arab untuk segera pergi ke Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat sipil.
Soal sejumlah korban yang dievakuasi keluar Gaza dan pernyataan sejumlah pejabat Arab yang tidak bertanggungjawab, ia menegaskan bahwa evakuasi bisa membahayakan karena kondisi luka sangat hebat. Karenanya, ia mengecam tindakan yang menyebabkan enam orang sipil Palestina yang gugur di Areys, Mesir.
Evakuasi akan dilakukan apalagi kondisi memungkinkan dan mobil ambulan Mesir harus memberikan bantuannya. Namun pihak Mesir menolak hal itu karena pertimbangan politik. Ia menegaskan bahwa sejumlah tim medis Arab siap pergi ke Gaza dan sebagian lagi masih berada di Mesir yang pemerintahannya melarang mereka pergi ke Gaza. Bahkan Mesir juga melarang bantuan medis Arab yang akan disalurkan ke Gaza.
Basem menyampaikan terimakasihnya kepada negara-negara yang memberikan bantuannya terutama Qatar, Saudi, Libia. Ia meminta Mesir agar mempermudah sampainya bantuan ke Gaza dan membuka perlintasan untuk masuknya tim medis.
5 Bersaudara Menjadi Korban Pembantaian Israel di Jabaliya
Sebuah keluarga Palestina Anwar Ba’lusha di kamp pengungsi Jabaliya, wilayah utara Jalur Gaza, dekat masjid Imad Aqil, menjadi korban pembantaian biadab Israel, Ahad (28/12) tengah malam. Sebanyak 5 bocah bersaudara gugur, sementar sisa anggot keluarga lainnya masih di bawah reruntuhan dan di rumah sakit.
Warga setempat mengatakan, rumah keluarga Ba’lusha dihancurkan total di atas kepala penghuninya setelah pesawat tempur F16 Zionis Israel menggempur rumah yang bertuliskan “rumah Imad Aqil”.
Sumber-sumber medis mengatakan, anak-anak keluarga Ba’lusha berada antara meninggal, di rumah sakit atau di bawah reruntuhan, di samping telah kehilangan 5 anaknya secara bersama-sama.
Sumber-sumber medis menyebutkan dua jasad bocah ditemukan. Mereka adalah Sama (gadis berusia 4 tahun), Samar (gadis berusia 14 tahun. Sementara itu dua bocah lainnya dibawa ke rumah sakit, sebelum dikabarkan meninggalnya 5 bocah gadis bersaudara.
Sementara itu sisa anggota keluarga lainnya masih di bawah reruntuhan. Tim medis belum bisa menemukan mereka karena sulitnya lokasi.
http://cache.daylife.com/imageserve/0cRBeo6aaX5pL/610x.jpg
http://cache.daylife.com/imageserve/0dVxaVj99beza/610x.jpg
http://cache.daylife.com/imageserve/02ke8sI2rr1oB/340x.jpg
http://cache.daylife.com/imageserve/0dIM5b74LV3qK/610x.jpg
http://cache.daylife.com/imageserve/0clU1GVcL4bn9/610x.jpg
http://cache.daylife.com/imageserve/0dIM5b74LV3qK/610x.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3135/2308984369_b4763051df.jpg?v=0
http://cache.daylife.com/imageserve/08yB9Fq7r11Cr/610x.jpg
Gaza Holocaust! by khawaja.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DAN ALERGI POLITIK
Mengawali tulisan ini sebenernya penulis bingung enaknya judulnya apa ya?? Tapi terserah saudara-saudara mau memberi judulnya apa namun semoga tulisan ini bermanfaat.
Kamis lalu 25 desember 2008 bertepatan juga dengan hari libur nasional dikarenakan Pengant agama nasrani mengadakan natalan, so saya juga ikut kejiprat liburan heee….alhadulillah setelah bagun dan memikirkan apa yang musti dilakukan dihari libur ini trus beranjak mandi dan sarapan baru deh pegi, rencana awal sih mau liat-liat aja dilingkungan sekitar kali aja ada yang mau bagi-bagi rejeki dan pengalaman setelah muter-muter dikota bosen juga akhirnya kendaraanku melaju kedaerah pertanian menuju kampungku sekeliling jalan dihiasi dengan bentang sawah menghijau dan bukit-bukit yang menjulang tinggi begitu perkasa berdiri disekira sawah-sawah.
Ku terus melaju menyusuri jalan tanpa terasa badan ini cukup lelah mencoba menurunkan speed laju kendaraanku, ku lihat disekellingku selain pemandangan tadi ada baliho-baliho disepanajang jalan ada berbagai macam gambar-gamabar para caleg baik DPRD TK I, DPRD TK II dan juga tinggkat pusat, lengkap dengan berbagai slogan mereka dengan kata-kata indah untuk menyakinkan orang-orang yang melihatnya.
Sungguh indah memang gambar-gambar mereka dihiasi dengan latar belakang yang bermacam-macam baik yang nasionalis, religius, sosial dan ditambah lagi selogan-slogan yang indah menabjubkan, namun dalam benakku terbesit hmmm….apa iya ya, mereka bisa seperti yang mereka tuliskan dibaliho tersebut??? Terlebih lagi masyarakat sudah jenuh dengan zaman ini karena tiap orang bisanya Cuma bicara tanpa ada aplikasi yang jelas pantas saja masyarakat banyak alergi terhadapa pemilihan umum seperti ini karena hal tersebut selain membuat pekerjaan mereka tertunda juga tidak ada yang mereka bisa dapat dari pemilihan tersebut, dari apa yang saya lihat dilapagan rata-rata dari caleg-caleg tersebut tidak mempunyai pengalaman dan pendidikan yang memadai malah ada yang Cuma bermodalkan ijazah SMA mereka sudah bisa ikut menjadi caleg “keren banget tuh anggota dewan kalau jadi kepilih” dari sini saja sudah terlihat bahwa dari pemilihan saja sudah dimulai dengan orang-orang yang belum tentu berkwalitasa atau sama sekali tidak berkwalitas, hmmm…….kira-kira mereka nanti bisa apa ya, ahh…..kali Cuma pendapatku aja ya.
Caleg merupakan lowongan kerja baru buat anak-anak bangsa ini selain menjadi PNS caleg justru posisi yang sangat bergengsi dengan gaji yang cukup bersar trus di lengkapi dengan berbagai fasilitas dan akomodasi yang serbah mudah dan dimudahkan, siapa yang tak tertarik dengan kesempatan ini namun saudara-saudaraku jangan salah bila kesempatan itu diberikan kepadamu maka jalankanlah dengan penuh amanah dan tanggung jawab jangan korbankan hak-hak orang kecil yang telah mengaji anda-anda disana hingga bisa hidup mewah.
Melihat perjalan bangsa yang sudah tercobak-cabik hingga menggangah lebar hingga sulit disebuhkan, ketidak percayaan publik semakin meliuas rakyat tidak lagi bodoh dengan pesan-pesan dan kata-kata indah karena itu akan membuat mereka tambah susah akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada orang-orang kecil yang semakin terhimpit coba anda lihat apa yang bisa dilakukan pemerintah terhadap himpitan ekonomi internasional dan berimbah kedalam negeri yang mempraok-porandakan orang kecil dikampung, harga karet jatuh, harga sawit jatuh, harga pupuk mahal sementara hasil panen murah.
Dari berbagai peristiwa tersebut bagai mana pemerintah bisa meyakinkan publik kalau mereka layak untuk menjadi wakil-wakil dan pemimpin di negeri ini ditengah keraguan yang telah meluas coba kita lihat pada pemilihan guburnur beberapa bulan lalu dikota ini jumlah pemilih yang tidak memberikan haknya mencapai 40% dari suara yang ada itu artinya menunjukan tinggkat kejenuhan rakyat menghadapi banyaknya kegiatan semacam ini tiap tahun atau kah ketidak percayaan rakyat terhadap penyelengara pemerintahan.
Sepertinya haluan hidup kita sudah berubah dengan berkiblatkan uang bukan lagi bagai mana menghargai dan memberikan kebahagian orang lain namun asal tercapai tujuan dan cita-cita sendiri maka itu sudah lebih dari cukup perkara orang mau senang, susah itu urusan mereka “Menyakitkan ya” dari ini semua saya rasa tak ada gunanya MUI ikut-ikut mengurus pemiliu dengan memberikan Fatwa halal haram biar saja masyarakat sendiri yang memilih dan belajar, saya justru takut apabila MUI sering mengeluarkan Fatwa-fatwa justru masyarakat juga memasukan lembaga ini sebagai salah satu penyakit alergi mereka nauzubillah haiminzalik. Pikirkan baik-baik pak mui sebelum bertidak
Dari tulisan ini penulis mencoba sedikit memberikan isi hati mewakili hati orang-orang kecil didaerah dengan sebuah pengharapan semoga ajang pesta demokrasi tahun 2009 mendatang bisa membawa negeri ini kearah yang lebih baik dan bisa meyakinkan rakyat kecil untuk membangun negeri yang indah ini menjadi lebih baik
Kebersamaan dan kesamaan persepsi dalam membangun bangsa sebagai mana layaknya para pendiri bangsa ini dengan bermusyawarah dan mufakat untuk mencapai tujuan bersama
Penulis :
Cyber Name dan Nama Penah
Salendra kms
Mahasiswa Stmik Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
Semester III Jurusan Sistem Informasi
Kamis lalu 25 desember 2008 bertepatan juga dengan hari libur nasional dikarenakan Pengant agama nasrani mengadakan natalan, so saya juga ikut kejiprat liburan heee….alhadulillah setelah bagun dan memikirkan apa yang musti dilakukan dihari libur ini trus beranjak mandi dan sarapan baru deh pegi, rencana awal sih mau liat-liat aja dilingkungan sekitar kali aja ada yang mau bagi-bagi rejeki dan pengalaman setelah muter-muter dikota bosen juga akhirnya kendaraanku melaju kedaerah pertanian menuju kampungku sekeliling jalan dihiasi dengan bentang sawah menghijau dan bukit-bukit yang menjulang tinggi begitu perkasa berdiri disekira sawah-sawah.
Ku terus melaju menyusuri jalan tanpa terasa badan ini cukup lelah mencoba menurunkan speed laju kendaraanku, ku lihat disekellingku selain pemandangan tadi ada baliho-baliho disepanajang jalan ada berbagai macam gambar-gamabar para caleg baik DPRD TK I, DPRD TK II dan juga tinggkat pusat, lengkap dengan berbagai slogan mereka dengan kata-kata indah untuk menyakinkan orang-orang yang melihatnya.
Sungguh indah memang gambar-gambar mereka dihiasi dengan latar belakang yang bermacam-macam baik yang nasionalis, religius, sosial dan ditambah lagi selogan-slogan yang indah menabjubkan, namun dalam benakku terbesit hmmm….apa iya ya, mereka bisa seperti yang mereka tuliskan dibaliho tersebut??? Terlebih lagi masyarakat sudah jenuh dengan zaman ini karena tiap orang bisanya Cuma bicara tanpa ada aplikasi yang jelas pantas saja masyarakat banyak alergi terhadapa pemilihan umum seperti ini karena hal tersebut selain membuat pekerjaan mereka tertunda juga tidak ada yang mereka bisa dapat dari pemilihan tersebut, dari apa yang saya lihat dilapagan rata-rata dari caleg-caleg tersebut tidak mempunyai pengalaman dan pendidikan yang memadai malah ada yang Cuma bermodalkan ijazah SMA mereka sudah bisa ikut menjadi caleg “keren banget tuh anggota dewan kalau jadi kepilih” dari sini saja sudah terlihat bahwa dari pemilihan saja sudah dimulai dengan orang-orang yang belum tentu berkwalitasa atau sama sekali tidak berkwalitas, hmmm…….kira-kira mereka nanti bisa apa ya, ahh…..kali Cuma pendapatku aja ya.
Caleg merupakan lowongan kerja baru buat anak-anak bangsa ini selain menjadi PNS caleg justru posisi yang sangat bergengsi dengan gaji yang cukup bersar trus di lengkapi dengan berbagai fasilitas dan akomodasi yang serbah mudah dan dimudahkan, siapa yang tak tertarik dengan kesempatan ini namun saudara-saudaraku jangan salah bila kesempatan itu diberikan kepadamu maka jalankanlah dengan penuh amanah dan tanggung jawab jangan korbankan hak-hak orang kecil yang telah mengaji anda-anda disana hingga bisa hidup mewah.
Melihat perjalan bangsa yang sudah tercobak-cabik hingga menggangah lebar hingga sulit disebuhkan, ketidak percayaan publik semakin meliuas rakyat tidak lagi bodoh dengan pesan-pesan dan kata-kata indah karena itu akan membuat mereka tambah susah akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada orang-orang kecil yang semakin terhimpit coba anda lihat apa yang bisa dilakukan pemerintah terhadap himpitan ekonomi internasional dan berimbah kedalam negeri yang mempraok-porandakan orang kecil dikampung, harga karet jatuh, harga sawit jatuh, harga pupuk mahal sementara hasil panen murah.
Dari berbagai peristiwa tersebut bagai mana pemerintah bisa meyakinkan publik kalau mereka layak untuk menjadi wakil-wakil dan pemimpin di negeri ini ditengah keraguan yang telah meluas coba kita lihat pada pemilihan guburnur beberapa bulan lalu dikota ini jumlah pemilih yang tidak memberikan haknya mencapai 40% dari suara yang ada itu artinya menunjukan tinggkat kejenuhan rakyat menghadapi banyaknya kegiatan semacam ini tiap tahun atau kah ketidak percayaan rakyat terhadap penyelengara pemerintahan.
Sepertinya haluan hidup kita sudah berubah dengan berkiblatkan uang bukan lagi bagai mana menghargai dan memberikan kebahagian orang lain namun asal tercapai tujuan dan cita-cita sendiri maka itu sudah lebih dari cukup perkara orang mau senang, susah itu urusan mereka “Menyakitkan ya” dari ini semua saya rasa tak ada gunanya MUI ikut-ikut mengurus pemiliu dengan memberikan Fatwa halal haram biar saja masyarakat sendiri yang memilih dan belajar, saya justru takut apabila MUI sering mengeluarkan Fatwa-fatwa justru masyarakat juga memasukan lembaga ini sebagai salah satu penyakit alergi mereka nauzubillah haiminzalik. Pikirkan baik-baik pak mui sebelum bertidak
Dari tulisan ini penulis mencoba sedikit memberikan isi hati mewakili hati orang-orang kecil didaerah dengan sebuah pengharapan semoga ajang pesta demokrasi tahun 2009 mendatang bisa membawa negeri ini kearah yang lebih baik dan bisa meyakinkan rakyat kecil untuk membangun negeri yang indah ini menjadi lebih baik
Kebersamaan dan kesamaan persepsi dalam membangun bangsa sebagai mana layaknya para pendiri bangsa ini dengan bermusyawarah dan mufakat untuk mencapai tujuan bersama
Penulis :
Cyber Name dan Nama Penah
Salendra kms
Mahasiswa Stmik Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau
Semester III Jurusan Sistem Informasi
Siasat setan Menyesatkan Manusia
Dalam sepekan ini ada beberapa kejadian yang menjadi perhatian saya dikantor . yaitu adanya seorang ikhwan/laki-laki dan seorang Akhwat/perempuan yang sering jalan bareng dengan berboncengan pakai motor,
namun yang menjadi perhatian saya adalah karena Pihak dari ikhwannya selain sudah berkeluarga juga dia memahami bahwa etika pergaulan dengan nonmuhrim itu harus ada jarak/hijab..kemudian yang akhwatnya ini belum berkeluarga dan masih kuliah namun dia belum sepenuhnya memahami akan pentingnya jarak/hijab antara ikhwan dan akhwat,
kemudian masalah berikutnya adalah hal ini dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga sang Ikhwan tersebut..karena sampai-sampai istrinya itu mau minta cerai,..saya mendengar hal itu terkejut dan kaget. Tapi anehnya mengapa sang Ikhwan ini setelah di kasih nasehat tidak mau juga berubah..hal yang sama juga dilakukan oleh sang Akhwat..tapi pernah dalam sepekan itu mereka tidak jalan bareng baik setelah pulang bekerja ataupun dalam contek pekerjaan..
Salah satu alasan sang Ikhwan ini kalau setiap ditanya selalu menjawab..ya saya menganggapnya sebagai adik.jadi ya tidak ada perasaan apapun ( dalam hatisaya ).
Ibnul Qayyim mengatakan tentang asal- usul dosa besar. Yang pertama disebut dengan dosa binatang ternak. Mari kita perhatikan perilaku binatang ternak seperti ayam,kambing, juga sapi dan kuda. apa dosa mereka, apa kerja mereka setiap hari? setiap hari kerja mereka dari makan ke pelampiasan syahwat dan begitu seterusnya, sebagian besar manusia terjebak akan dosa ini. Makanan dan seksual.
Kedua adalah dosa Binatang Ternak dosa seperti ini tidak banyak pelakunya, karena para pelaku dosa ini harus dilengkapi perangkat khusus yang tidak dimilki semua orang, yakni kekuasaan dan kekuatan, kemauan dan keberanian.
Ketiga adalah,Dosa setan. Menipu, memperdaya, memanipulasi. Pekerjaannya membuat makar. Dan dosa satu ini pelakunya membutuhkan kecerdasan diatas rata-rata.
Urutan keempat adalah asal -usul dosa yang paling tinggi.Namanya adalah Dosa kekuasaan para pelakunya suka memperhambah manusia lain dan senang dituhankan. Tapi Ibnul Qayyim mengatakan , jika seseorang sukses melakukan dosa pertama, biasanya dia akan terdorong melakukan dosa kedua.
Inilah adalah dosa-dosa besar membunuh adalah dosa besar.Mencuri adalah besar. Tapi didalam al Qur’an perincian dosa besar ada pada perzinahan.. Kenapa? karena perzinahan adalah dosa basic. Pembunuhan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia adalah karena perempuan. Pembunuhan atas nama cinta yang terjadi pada Qabil dan Habil.
Salah satu pekerjaan setan yang utama adalah, membuat dosa tampak logis di depan para pelakunya. Tampak indah dan sangat manusiawi. Setiap kali seseorang melakukan dosa, selalu ada pembenaran yang mendahuluinya.
Inilah pekerjaan setan terhadap kita. Sudah ada jebakan berikutnya yang telah disiapakan namanya ‘Dosa-dosa Kecil’ Setan memperbanyak dosa -dosa kecil. Dia memang tidak berzina tapi melihat edikit bolehlah . Dan Dosa kecil bisa menjadi besar jika dilakukan secara terang-terangan.
Tergoda adalah sifat yang manusiawi yang selalu dihadapi manusia . Tapi menghadapi ketergodaan yang harus menjadi perhatian kita.Bagaimana sikap kita menghadapi ketergodaan yang datang.
Ketahuilah pusat kelemahan kita ada dimana. Yang lemah pada godaan perempuan , jangan pernah jalan sendiri. Selalu dalam jamaah dan kelompok, karena itulah salah satu kontrolnya. Gunakan orang lain untuk mengontrol diri kita. Begitu seterusnya sikap kita pada harta, tahta atau pada kategori godaan lainnya.
Insya Allah dengan beberapa hal tersebut kita akan mampu berada pada posisi stabil dalam kebaikan. Amin
Demi Hidup Lebih Baik
MQ
namun yang menjadi perhatian saya adalah karena Pihak dari ikhwannya selain sudah berkeluarga juga dia memahami bahwa etika pergaulan dengan nonmuhrim itu harus ada jarak/hijab..kemudian yang akhwatnya ini belum berkeluarga dan masih kuliah namun dia belum sepenuhnya memahami akan pentingnya jarak/hijab antara ikhwan dan akhwat,
kemudian masalah berikutnya adalah hal ini dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga sang Ikhwan tersebut..karena sampai-sampai istrinya itu mau minta cerai,..saya mendengar hal itu terkejut dan kaget. Tapi anehnya mengapa sang Ikhwan ini setelah di kasih nasehat tidak mau juga berubah..hal yang sama juga dilakukan oleh sang Akhwat..tapi pernah dalam sepekan itu mereka tidak jalan bareng baik setelah pulang bekerja ataupun dalam contek pekerjaan..
Salah satu alasan sang Ikhwan ini kalau setiap ditanya selalu menjawab..ya saya menganggapnya sebagai adik.jadi ya tidak ada perasaan apapun ( dalam hatisaya ).
Ibnul Qayyim mengatakan tentang asal- usul dosa besar. Yang pertama disebut dengan dosa binatang ternak. Mari kita perhatikan perilaku binatang ternak seperti ayam,kambing, juga sapi dan kuda. apa dosa mereka, apa kerja mereka setiap hari? setiap hari kerja mereka dari makan ke pelampiasan syahwat dan begitu seterusnya, sebagian besar manusia terjebak akan dosa ini. Makanan dan seksual.
Kedua adalah dosa Binatang Ternak dosa seperti ini tidak banyak pelakunya, karena para pelaku dosa ini harus dilengkapi perangkat khusus yang tidak dimilki semua orang, yakni kekuasaan dan kekuatan, kemauan dan keberanian.
Ketiga adalah,Dosa setan. Menipu, memperdaya, memanipulasi. Pekerjaannya membuat makar. Dan dosa satu ini pelakunya membutuhkan kecerdasan diatas rata-rata.
Urutan keempat adalah asal -usul dosa yang paling tinggi.Namanya adalah Dosa kekuasaan para pelakunya suka memperhambah manusia lain dan senang dituhankan. Tapi Ibnul Qayyim mengatakan , jika seseorang sukses melakukan dosa pertama, biasanya dia akan terdorong melakukan dosa kedua.
Inilah adalah dosa-dosa besar membunuh adalah dosa besar.Mencuri adalah besar. Tapi didalam al Qur’an perincian dosa besar ada pada perzinahan.. Kenapa? karena perzinahan adalah dosa basic. Pembunuhan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia adalah karena perempuan. Pembunuhan atas nama cinta yang terjadi pada Qabil dan Habil.
Salah satu pekerjaan setan yang utama adalah, membuat dosa tampak logis di depan para pelakunya. Tampak indah dan sangat manusiawi. Setiap kali seseorang melakukan dosa, selalu ada pembenaran yang mendahuluinya.
Inilah pekerjaan setan terhadap kita. Sudah ada jebakan berikutnya yang telah disiapakan namanya ‘Dosa-dosa Kecil’ Setan memperbanyak dosa -dosa kecil. Dia memang tidak berzina tapi melihat edikit bolehlah . Dan Dosa kecil bisa menjadi besar jika dilakukan secara terang-terangan.
Tergoda adalah sifat yang manusiawi yang selalu dihadapi manusia . Tapi menghadapi ketergodaan yang harus menjadi perhatian kita.Bagaimana sikap kita menghadapi ketergodaan yang datang.
Ketahuilah pusat kelemahan kita ada dimana. Yang lemah pada godaan perempuan , jangan pernah jalan sendiri. Selalu dalam jamaah dan kelompok, karena itulah salah satu kontrolnya. Gunakan orang lain untuk mengontrol diri kita. Begitu seterusnya sikap kita pada harta, tahta atau pada kategori godaan lainnya.
Insya Allah dengan beberapa hal tersebut kita akan mampu berada pada posisi stabil dalam kebaikan. Amin
Demi Hidup Lebih Baik
MQ
RESEP HIDUP BAHAGIA
Disusun oleh: Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar
Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai agama, bangsa, profesi dan status sosial tentang cita-cita mereka hidup di dunia ini tentu jawaban mereka sama "kami ingin bahagia". Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Orang mukmin ingin bahagia demikian juga orang kafir pun ingin bahagia. Orang yang berprofesi sebagai pencuri pun ingin bahagia dengan profesinya. Melalui kegiatan menjual diri, seorang pelacur pun ingin bahagia. Meskipun semua orang ingin bahagia, mayoritas manusia tidak mengetahui bahagia yang sebenarnya dan tidak mengetahui cara untuk meraihnya. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira dan suka cita saat hidup di dunia akan tetapi kecemasan, kegalauan dan penyesalan itu merusak suka ria yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan mereka. Terlebih lagi ketakutan terhadap kematian.
Allah berfirman dalam surat Al Jumu'ah ayat 8:
"Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al Jumu'ah: 8)
Banyak orang yang beranggapan bahwasanya orang-orang barat adalah orang-orang yang hebat. Mereka beranggapan bahwasanya orang-orang barat hidup penuh dengan kebahagiaan, ketenteraman dan ketenangan. Tetapi fakta berbicara lain, realita di lapangan menunjukkan bahwa secara umum orang-orang barat itu hidup penuh dengan penderitaan. Hal ini dikuatkan dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh orang-orang barat sendiri tentang kasus pembunuhan, bunuh diri dan berbagai tindakan kejahatan yang lainnya, namun ada sekelompok manusia yang memahami hakikat kebahagiaan bahkan mereka sudah menempuh jalan untuk mencapainya. Merekalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka memandang kebahagiaan itu terdapat dalam sikap taat kepada Allah dan mendapat ridho-Nya, menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Boleh jadi di antara mereka yang tidak memiliki kebutuhan pokoknya setiap harinya, akan tetapi dia adalah seorang yang benar-benar bahagia dan bergembira bagaikan pemilik dunia dan segala isinya.
Allah berfirman,
"Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya iti dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)
Jika mayoritas manusia kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju bahagia maka hal ini tidak pernah dialami oleh seorang mukmin. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sudah terpampang jelas di hadapannya. Cita-cita agar mendapatkan kebahagiaan terbesar mendorongnya untuk menghadapi beragam kesulitan.
Terdapat berbagai keterangan dari wahyu Alloh sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwasanya dirinya sudah berada di atas jalan yang benar dan tepat Allah berfirman:
"Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS. Al An'aam: 153)
Jika di antara kita yang bertanya bagaimanakah yang dirasakan bagi orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang celaka maka Allah sudah memberikan jawaban dengan firman-Nya:
"Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (QS. Hud: 106-108)
Jika di antara kita yang bertanya-tanya bagaimanakah cara untuk menjadi orang yang berbahagia, maka Alloh sudah memberikan jawabannya dengan firman-Nya,
ٌّ"Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thoha: 123-124)
Dan juga dalam firman-Nya,
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)
Kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal di atas makin berkurang dari dirinya.
Seorang mukmin sejati itu selalu merasakan ketenangan hati dan kenyamanan jiwa. Dia menyadari bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengatur segala sesuatu dengan kehendak-Nya.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Inilah yang merupakan puncak dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur dengan angka-angka tertentu dan tidak bisa dibeli dengan rupiah maupun dolar. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang manusia dalam dirinya. Hati yang tenang, dada yang lapang dan jiwa yang tidak dirundung malang, itulah kebahagiaan. Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan tidak bisa didatangkan dari luar.
Tanda Kebahagiaan
Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:
1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.
Seorang manusia selalu berada dalam nikmat-nikmat Allah. Meskipun demikian, ternyata hanya orang berimanlah yang menyadari adanya nikmat-nikmat tersebut dan merasa bahagia dengannya. Karena hanya merekalah yang mensyukuri nikmat, mengakui adanya nikmat dan menyanjung Zat yang menganugerahkannya. Syukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:
1. Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
2. Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat.
3. Mengakui adanya nikmat yang diberikan.
4. Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan.
5. Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.
Siapa saja yang menjalankan lima prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka akan menyebabkan kesengsaraan selamanya.
2. Sabar ketika mendapat cobaan.
Dalam hidup ini di samping ada nikmat yang harus disyukuri, juga ada berbagai ujian dari Allah dan kita wajib bersabar ketika menghadapinya. Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.
1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.
2. Menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk.
3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.
Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.
3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.
Jika Allah menghendaki seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat, maka Allah akan memberikan taufik kepada dirinya untuk bertaubat, merendahkan diri di hadapan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, ada seorang ulama salaf mengatakan: "Ada seorang yang berbuat maksiat tetapi malah menjadi sebab orang tersebut masuk surga. Ada juga orang yang berbuat kebaikan namun menjadi sebab masuk neraka." Banyak orang bertanya kepada beliau, bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi?, lantas beliau menjelaskan: "Ada seorang yang berbuat dosa, lalu dosa tersebut selalu terbayang dalam benaknya. Dia selalu menangis, menyesal dan malu kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Hatinya selalu sedih karena memikirkan dosa-dosa tersebut. Dosa seperti inilah yang menyebabkan seseorang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Dosa seperti itu lebih bermanfaat dari berbagai bentuk ketaatan, Karena dosa tersebut menimbulkan berbagai hal yang menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Sebaliknya ada juga yang berbuat kebaikan, akan tetapi kebaikan ini selalu dia sebut-sebut di hadapan Allah. Orang tersebut akhirnya menjadi sombong dan mengagumi dirinya sendiri disebabkan kebaikan yang dia lakukan. Orang tersebut selalu mengatakan 'saya sudah berbuat demikian dan demikian'. Ternyata kebaikan yang dia kerjakan menyebabkan timbulnya 'ujub, sombong, membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Hal-hal ini merupakan sebab kesengsaraan seorang hamba. Jika Allah masih menginginkan kebaikan orang tersebut, maka Allah akan memberikan cobaan kepada orang tersebut untuk menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki kebaikan pada orang tersebut, maka Allah biarkan orang tersebut terus menerus pada kesombongan dan 'ujub. Jika ini terjadi, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata."
Al Hasan al-Bashri mengatakan, "Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu."
Malik bin Dinar mengatakan, "Tidak ada kelezatan selezat mengingat Allah."
Ada ulama salaf yang mengatakan, "Pada malam hari orang-orang gemar sholat malam itu merasakan kelezatan yang lebih daripada kelezatan yang dirasakan oleh orang yang bergelimang dalam hal yang sia-sia. Seandainya bukan karena adanya waktu malam tentu aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini."
Ulama' salaf yang lain mengatakan, "Aku berusaha memaksa diriku untuk bisa sholat malam selama setahun lamanya dan aku bisa melihat usahaku ini yaitu mudah bangun malam selama 20 tahun lamanya."
Ulama salaf yang lain mengatakan, "Sejak 40 tahun lamanya aku merasakan tidak ada yang mengganggu perasaanku melainkan berakhirnya waktu malam dengan terbitnya fajar."
Ibrahim bin Adham mengatakan, "Seandainya para raja dan para pangeran mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kenikmatan tentu mereka akan berusaha merebutnya dari kami dengan memukuli kami dengan pedang." Ada ulama salaf yang lain mengatakan, "Pada suatu waktu pernah terlintas dalam hatiku, sesungguhnya jika penghuni surga semisal yang kurasakan saat ini tentu mereka dalam kehidupan yang menyenangkan."
Imam Ibnul Qoyyim bercerita bahwa, "Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: 'Sesungguhnya dalam dunia ini ada surga. Barang siapa belum pernah memasukinya maka dia tidak akan memasuki surga diakhirat kelak.'" Wallahu a'laam.
(Diterjemahkan dengan bebas dari As Sa'adah, Haqiqatuha shuwaruha wa asbabu tah-shiliha, cet. Dar. Al Wathan)
(Makalah Studi Islam Intensif 2005)
***
www.muslim.or.id
Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai agama, bangsa, profesi dan status sosial tentang cita-cita mereka hidup di dunia ini tentu jawaban mereka sama "kami ingin bahagia". Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Orang mukmin ingin bahagia demikian juga orang kafir pun ingin bahagia. Orang yang berprofesi sebagai pencuri pun ingin bahagia dengan profesinya. Melalui kegiatan menjual diri, seorang pelacur pun ingin bahagia. Meskipun semua orang ingin bahagia, mayoritas manusia tidak mengetahui bahagia yang sebenarnya dan tidak mengetahui cara untuk meraihnya. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira dan suka cita saat hidup di dunia akan tetapi kecemasan, kegalauan dan penyesalan itu merusak suka ria yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan mereka. Terlebih lagi ketakutan terhadap kematian.
Allah berfirman dalam surat Al Jumu'ah ayat 8:
"Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al Jumu'ah: 8)
Banyak orang yang beranggapan bahwasanya orang-orang barat adalah orang-orang yang hebat. Mereka beranggapan bahwasanya orang-orang barat hidup penuh dengan kebahagiaan, ketenteraman dan ketenangan. Tetapi fakta berbicara lain, realita di lapangan menunjukkan bahwa secara umum orang-orang barat itu hidup penuh dengan penderitaan. Hal ini dikuatkan dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh orang-orang barat sendiri tentang kasus pembunuhan, bunuh diri dan berbagai tindakan kejahatan yang lainnya, namun ada sekelompok manusia yang memahami hakikat kebahagiaan bahkan mereka sudah menempuh jalan untuk mencapainya. Merekalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka memandang kebahagiaan itu terdapat dalam sikap taat kepada Allah dan mendapat ridho-Nya, menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Boleh jadi di antara mereka yang tidak memiliki kebutuhan pokoknya setiap harinya, akan tetapi dia adalah seorang yang benar-benar bahagia dan bergembira bagaikan pemilik dunia dan segala isinya.
Allah berfirman,
"Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya iti dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)
Jika mayoritas manusia kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju bahagia maka hal ini tidak pernah dialami oleh seorang mukmin. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sudah terpampang jelas di hadapannya. Cita-cita agar mendapatkan kebahagiaan terbesar mendorongnya untuk menghadapi beragam kesulitan.
Terdapat berbagai keterangan dari wahyu Alloh sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwasanya dirinya sudah berada di atas jalan yang benar dan tepat Allah berfirman:
"Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS. Al An'aam: 153)
Jika di antara kita yang bertanya bagaimanakah yang dirasakan bagi orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang celaka maka Allah sudah memberikan jawaban dengan firman-Nya:
"Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (QS. Hud: 106-108)
Jika di antara kita yang bertanya-tanya bagaimanakah cara untuk menjadi orang yang berbahagia, maka Alloh sudah memberikan jawabannya dengan firman-Nya,
ٌّ"Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thoha: 123-124)
Dan juga dalam firman-Nya,
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)
Kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal di atas makin berkurang dari dirinya.
Seorang mukmin sejati itu selalu merasakan ketenangan hati dan kenyamanan jiwa. Dia menyadari bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengatur segala sesuatu dengan kehendak-Nya.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Inilah yang merupakan puncak dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur dengan angka-angka tertentu dan tidak bisa dibeli dengan rupiah maupun dolar. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang manusia dalam dirinya. Hati yang tenang, dada yang lapang dan jiwa yang tidak dirundung malang, itulah kebahagiaan. Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan tidak bisa didatangkan dari luar.
Tanda Kebahagiaan
Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:
1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.
Seorang manusia selalu berada dalam nikmat-nikmat Allah. Meskipun demikian, ternyata hanya orang berimanlah yang menyadari adanya nikmat-nikmat tersebut dan merasa bahagia dengannya. Karena hanya merekalah yang mensyukuri nikmat, mengakui adanya nikmat dan menyanjung Zat yang menganugerahkannya. Syukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:
1. Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
2. Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat.
3. Mengakui adanya nikmat yang diberikan.
4. Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan.
5. Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.
Siapa saja yang menjalankan lima prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka akan menyebabkan kesengsaraan selamanya.
2. Sabar ketika mendapat cobaan.
Dalam hidup ini di samping ada nikmat yang harus disyukuri, juga ada berbagai ujian dari Allah dan kita wajib bersabar ketika menghadapinya. Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.
1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.
2. Menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk.
3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.
Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.
3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.
Jika Allah menghendaki seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat, maka Allah akan memberikan taufik kepada dirinya untuk bertaubat, merendahkan diri di hadapan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, ada seorang ulama salaf mengatakan: "Ada seorang yang berbuat maksiat tetapi malah menjadi sebab orang tersebut masuk surga. Ada juga orang yang berbuat kebaikan namun menjadi sebab masuk neraka." Banyak orang bertanya kepada beliau, bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi?, lantas beliau menjelaskan: "Ada seorang yang berbuat dosa, lalu dosa tersebut selalu terbayang dalam benaknya. Dia selalu menangis, menyesal dan malu kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Hatinya selalu sedih karena memikirkan dosa-dosa tersebut. Dosa seperti inilah yang menyebabkan seseorang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Dosa seperti itu lebih bermanfaat dari berbagai bentuk ketaatan, Karena dosa tersebut menimbulkan berbagai hal yang menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Sebaliknya ada juga yang berbuat kebaikan, akan tetapi kebaikan ini selalu dia sebut-sebut di hadapan Allah. Orang tersebut akhirnya menjadi sombong dan mengagumi dirinya sendiri disebabkan kebaikan yang dia lakukan. Orang tersebut selalu mengatakan 'saya sudah berbuat demikian dan demikian'. Ternyata kebaikan yang dia kerjakan menyebabkan timbulnya 'ujub, sombong, membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Hal-hal ini merupakan sebab kesengsaraan seorang hamba. Jika Allah masih menginginkan kebaikan orang tersebut, maka Allah akan memberikan cobaan kepada orang tersebut untuk menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki kebaikan pada orang tersebut, maka Allah biarkan orang tersebut terus menerus pada kesombongan dan 'ujub. Jika ini terjadi, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata."
Al Hasan al-Bashri mengatakan, "Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu."
Malik bin Dinar mengatakan, "Tidak ada kelezatan selezat mengingat Allah."
Ada ulama salaf yang mengatakan, "Pada malam hari orang-orang gemar sholat malam itu merasakan kelezatan yang lebih daripada kelezatan yang dirasakan oleh orang yang bergelimang dalam hal yang sia-sia. Seandainya bukan karena adanya waktu malam tentu aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini."
Ulama' salaf yang lain mengatakan, "Aku berusaha memaksa diriku untuk bisa sholat malam selama setahun lamanya dan aku bisa melihat usahaku ini yaitu mudah bangun malam selama 20 tahun lamanya."
Ulama salaf yang lain mengatakan, "Sejak 40 tahun lamanya aku merasakan tidak ada yang mengganggu perasaanku melainkan berakhirnya waktu malam dengan terbitnya fajar."
Ibrahim bin Adham mengatakan, "Seandainya para raja dan para pangeran mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kenikmatan tentu mereka akan berusaha merebutnya dari kami dengan memukuli kami dengan pedang." Ada ulama salaf yang lain mengatakan, "Pada suatu waktu pernah terlintas dalam hatiku, sesungguhnya jika penghuni surga semisal yang kurasakan saat ini tentu mereka dalam kehidupan yang menyenangkan."
Imam Ibnul Qoyyim bercerita bahwa, "Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: 'Sesungguhnya dalam dunia ini ada surga. Barang siapa belum pernah memasukinya maka dia tidak akan memasuki surga diakhirat kelak.'" Wallahu a'laam.
(Diterjemahkan dengan bebas dari As Sa'adah, Haqiqatuha shuwaruha wa asbabu tah-shiliha, cet. Dar. Al Wathan)
(Makalah Studi Islam Intensif 2005)
***
www.muslim.or.id
Heart Of A littel boy
Buat ku hari ini blh jadi bukan milik ku namun bukan berarti hari esok ngk bisa kita raih karena allah menciptakan segalanya sesuatunya untuk kita dan setiap kejadian yg kita alami hari ini adalah demi memeperbaiki diri agar lebih baik lagi setiap kejadian senang dan ngk menyenakan adalah memebentuk kepribadian kita karena kita ngk tau ada rahisa apa dibalik semua kejadian tersebut
saya masa2 smp dan sma rasanya banyak hal yg dapat saya pelajari dari setiap kejadian yang dibalik itu semua ada sesuatu yg menyenagkan dikala kita mampu mengatasi masalah2 yg kita hadapi saya jadi sedikit tau ohhh ini seni hidup setiap nikmat yg saya rasakan pasti ada ujian yg lebih lagi darinya jd ku harus siap agar ngk kaget dan tetap diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapinya
kita ngk bisa layaknya orang lain yg pny segalanya tp buka berarti kita ngk bisa lebih maju dari mereka donk
ngk bisa kulia layaknya orang lain bukan berarti kita ngk bisa pny pengetahuan sebab segala sesusatu yg ada sudah menjadi kadarnya masing tp kita juga harus usaha dlu, kenapa sih orang bisa gitu kok kita ngk, gmn caranya kita supaya kita setidak-tidaknya ngk ketinggalanlah dari mereka gitu
buat temen yg patah hati dan hilang kebranian juga pesimistis
jangan dong kita masih mudah nih ngapaiin lama2 mikirin yg ngk ada ujungnya mending cari solusinya dan kerjakan apa yg bisa dikerjakan
sorry ya bukan saya sok aksi nih tp apa sih yg ngk bisa
In this world has nothing difficult if we want to be success who ever seriosly he will get
NB: ini tulisanku 2 tahun lalu heee lupa dipost (mei,2006)
saya masa2 smp dan sma rasanya banyak hal yg dapat saya pelajari dari setiap kejadian yang dibalik itu semua ada sesuatu yg menyenagkan dikala kita mampu mengatasi masalah2 yg kita hadapi saya jadi sedikit tau ohhh ini seni hidup setiap nikmat yg saya rasakan pasti ada ujian yg lebih lagi darinya jd ku harus siap agar ngk kaget dan tetap diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapinya
kita ngk bisa layaknya orang lain yg pny segalanya tp buka berarti kita ngk bisa lebih maju dari mereka donk
ngk bisa kulia layaknya orang lain bukan berarti kita ngk bisa pny pengetahuan sebab segala sesusatu yg ada sudah menjadi kadarnya masing tp kita juga harus usaha dlu, kenapa sih orang bisa gitu kok kita ngk, gmn caranya kita supaya kita setidak-tidaknya ngk ketinggalanlah dari mereka gitu
buat temen yg patah hati dan hilang kebranian juga pesimistis
jangan dong kita masih mudah nih ngapaiin lama2 mikirin yg ngk ada ujungnya mending cari solusinya dan kerjakan apa yg bisa dikerjakan
sorry ya bukan saya sok aksi nih tp apa sih yg ngk bisa
In this world has nothing difficult if we want to be success who ever seriosly he will get
NB: ini tulisanku 2 tahun lalu heee lupa dipost (mei,2006)
Langganan:
Postingan (Atom)